Sebuah pulau yang kecil berada dekat dengan
kota Tanjung Pinang Pulau Bintan Indonesia,
Ayah saya di Jeti Tanjung Pinang
Jeti Tanjung Pinang menuju Pulau Penyengat,
untuk menaiki Pompong dengan bayaran Rp. 5.000 / orang.
Inilah Pompong
untuk menuju Palau Penyengat,
dengan menaiki Sampan / Pompong (istilah orang Tanjung Pinang).
Kita akan sampai ke Pulau Penyengat wikimapia.org dalam masa lebih kurang 15 minit.
Dalam Pompong menuju Pulau Penyengat,
sungguh menyenangkan
bagi saya anak bandar yang jarang mengalami perjalanan sebegini.
Setelah beberapa minit, Nampaklah kubah Masjid,
bererti sudah sampailah kita ke Pulau Penyengat
dalam beberapa saat lagi.
ALHAMDULILLAH.
Ketika menjejaki kaki di Pulau Penyengat,
saya perpaling arah kebelakang melihat kota Tanjung Pinang, Sungguh sangat indah memandang laut ke arah kota Tanjung Pinang, yang lebih besar dibanding Pulau Penyengat.
Setelah itu saya berjalan menaiki beca motor untuk mengunjungi tempat - tempat bersejarah yang ada :
1. Komplek Makam
Kubur Raja Ali Haji
Dalam makam diantaranya ada kubur Raja Hamidah,
(Permaisuri Sultan Mahmud Shah III Riau Lingga), kuburnya berada dalam bangunan, yang dindingnya tertulis Gurindam 12. Fasa 1 - 12. Gurindam Melayu yang dimana tulis oleh Raja Ali Haji ( Pujangga Kerajaan ) yang termasyur dimasanya.
foto raja ali haji
Antara Gurindam 12
Fasa 1 :
"Barang siapa tiada memegang agama
Sekali-kali tiada dibilangkan nama."
Fasa 2 :
"Barang siapa mengenal yang tersebut
Tahula ia makna takut."
Perjalan yang ke
2... Komplek Makam
Dan dalam hati saya berkata, Makam lagi...???
Saya pun mengucap salam sebelum masuk ke Makam, Habib Sheikh Bin Habib Alwi Assegaf ialah keturunman Nabi Muhammad S.A.W
Dan Perjalanan yang
3. Sumur/ Perigi
Barulah hati saya tenang sikit, setelah mendengar cerita abang beca, Sumur/perigi yang berdekatan dengan laut, yang airnya sangat tawar seperti air mineral jika meminumnya pasti merasa tenang dan segar. Emmm.... segarnya meminum airnya dan sayapun menyapukan air kemuka sambil mengambil air wudhuk, sambil berdoa dalam hati, untuk ketenangan dan baikan jiwa dan keindahan paras muka dan dijauhi dari godaan syaitan. Dan membawa air pregi tersebut sebagai bekal minuman diperjalan. Perigi tersebut berada di bawah bangunan Balai Adat sebelah kanan.
Perjalanan yang terakhir
4. Mesjid Raya Sultan Riau.
Masjid yang tidak begitu besar tapi sangat indah dan bersih dan terang dengan cahaya lampu-lampu gantung yang sangat menawan hati saya. , Sejarah masjid ini dibangun oleh Sultan Mahmud pada tahun 1803 dan pada tahun 1832 pada masa pemerintahan Yang Dipertua Muda Riau VII Raja Abdul Rahman, Masjid ini di perbaharui reka bentuknya, yang seperti sekarang ini. Masjid ini sejarahnya terbuat dari campuran Putih Telur, Kapur. Pasir dan Tanah Liat.
Dan sesampainya di masjid sayapun sholat Magrib.
Setelah sholat dan menikmati keindahan masjid, dan udara yang sangat segar sekali, dan berakhirlah perjalanan saya di Pulau Penyengat.
Saya pun kembali ke jeti untuk menaiki Pompong menuju Tanjung Pinang diwaktu malam, sungguh menyenangkan, hanya ada cahaya bintang. sayang, saya tiada mengambil gambarnya.
Dan seterusnya bermalam di Aston Hotel Tanjung Pinang.
Keesokannya saya ke Batam menaiki ferry Baruna. kapal yang baru dan besar.Terdengar panggilan-pangilan untuk menaiki kapal, "Baruna, Baruna Kapal Baru, sini sebelah kiri" yang cantik-cantik naik Baruna kapal Baru. Hiiiiiiii,.....saya pun gembira mendengarnya dan terseyum menaiki ferry.
gambar kapal Baruna yang biasa.
Dan bermalam di Batam di M One Hotel Batam.
Untuk menghilangkan kerinduan makan Rujak Buah yang sedap sangat, Tapai Goreng, Sate Madura dan lainnya.
Dan keesokan harinya saya ke Medan, Lion Air, untuk 2 malam, dan kembali ke Malaysia. Firefly.
Dari Malaysia awalnya saya menaiki Ferry dari Stulang Laut Johor Bahru ke Batam, Tanjung Pinang, Pulau Penyengat, Tajung Pinang, Batam, Medan, Malaysia.
TERIMA KASIH, telah membaca.....Salam.

